OSN 2009 Ditutup, DKI Juara Umum
By Republika NewsroomSabtu, 08 Agustus 2009 pukul 17:50:00
-->
Font Size A A A EMAIL PRINT
function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}
html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?7:26981) no-repeat top left; }
var addthis_pub="republikaonline";
JAKARTA - Provinsi DKI Jakarta kembali membuktikan keunggulannya pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) VIII dengan menjadi juara umum. Tahun sebelumnya, siswa-siswi dari provinsi ini juga menjadi juara umum pada OSN VII di Makassar. Dalam OSN kali ini, DKI Jakarta mengumpulkan 22 medali emas, 36 perak, dan 26 perunggu. Peringkat kedua diraih oleh siswa dari Jawa Tengah dengan 12 medali emas, 24 perak, dan 37 perunggu, sedangkan DI Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan memperoleh 8 medali emas, 6 perak, dan 16 perunggu.Nuansa bahagia atas keberhasilan siswa siswi DKI Jakarta terdengar dari suara Nanik Sri Sayekti, Koordinator OSN DKI Jakarta. Ia mengaku sangat bahagia mendengar kabar provinsinya menjadi juara bertahan. "Alhamdulillah, berkat doanya kita kembali jadi juara umum," katanya ketika dihubungi Republika, Sabtu (8/8). Hal yang sama diakui oleh Koordinator OSN SMA/MA bidang kimia DKI Jakarta, Jainudin. Dibandingkan dengan OSN tahun lalu, menurut Nanik, perolehan medali siswa DKI Jakarta dalam OSN kali ini menunjukkan peningkatan. "Misalnya untuk biologi SMA, tahun lalu tidak mendapatkan medali tahun ini kita dapat dua medali," katanya. Dia mengatakan, siswa DKI Jakarta berhasil meraih 85 medali. Sementara itu, Ketua Tim SD/MI dari Provinsi Bali, Ketut Wica, juga mengaku sangat bahagia atas perolehan medali siswa dari daerahnya, "Terima kasih. Dari enam peserta, kami memperoleh 4 medali, 2 emas, 2 perak," katanya. Menurut dia, Bali setiap tahun juga mendapatkan medali. Hanya saja, tahun ini jumlahnya lebih meningkat. "Tahun ini lebih baik, karena OSN SD tahun lalu kita hanya mendapat perak dan perunggu, tahun ini kita dapat emas," ujarnya. DitutupOSN yang berlangsung sejak Senin (3/8) lalu, Sabtu (8/8) pagi ditutup oleh Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Suyanto, di Hall C2, Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta. OSN tahun ini diikuti 1.447 siswa dari berbagai provinsi di Indonesia, terdiri atas 198 siswa SD/MI, 297 siswa SMP/MTs, dan 866 siswa SMA/MA. Bidang yang dilombakan meliputi matematika dan IPA untuk tingkat SD/MI; matematika, fisika, dan biologi untuk tingkat SMP/MTs; dan matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi, komputer, ekonomi, dan kebumian untuk tingkat SMA/MA.Pelaksanaan OSN, menurut Koordinator OSN tingkat SMA, Suharlan, bermula dari penyelenggaraan Olimpiade Fisika Internasional ke-33, tahun 2002 di Bali. Saat itu, lima siswa Indonesia yang mengikuti ajang olimpiade internasional semuanya berhasil meraih medali: 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Indonesia sebagai pelaksana olimpiade yang diikuti 72 negara tersebut mendapat perhatian dunia. Kemampuan siswa Indonesia di bidang keilmuan menjadi pembicaraan di kalangan ilmuwan dunia.Sukses dengan kegiatan tersebut, tercetus keinginan menyelenggarakan olimpiade tingkat nasional. Ini dimaksudkan untuk meningkat gairah dan motivasi siswa, guru, dan sekolah dalam berprestasi. Diselenggarakanlah OSN ke-1 di Yogyakarta, tahun yang sama. Kala itu, olimpiade masih untuk jenjang sekolah menengah atas. Pada pelaksanaan kedua, tahun berikutnya di Balikpapan, cakupan peserta lomba diperluas. Tidak hanya bagi siswa SMA, tapi juga siswa SD dan SMP.Dalam perkembangannya, antusiasme siswa dan guru kian meningkat. Selain prestasi anak didik di tiap daerah terus terpacu, menurut Suharlan, kita juga mendapatkan bibit unggul untuk dipersiapkan mengkuti lomba di tingkat internasional. "Selain itu, pemerintah daerah juga ikut terpacu membina anak didik di daerah masing-masing," tuturnya.she/bur
Siswa Terbaik OSN 2009 Tingkat SMA Bidang Matematika * Johan Gunardi, SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta (teori terbaik)Bidang Fisika * Raditya Weda Bomantara, SMAN 1 Yogyakarta (teori terbaik)* Kevin Soedyatmiko, SMAN 12 Jakarta (praktik terbaik)Bidang Kimia* Manoel Y Manuputty, SMAK Penabur Gading Serpong, Banten (praktik terbaik) Bidang Informasika/Komputer * Tidak ada pemenangBidang Biologi* Danang Crysnanto, SMAN 1 Wonogiri, Jateng (teori terbaik dan absolute winner)* Irfan Haris, SMAN 1 Pringsewu, Lampung (teori dan praktik terbaik) Bidang Astronomi
* Adicitra Sima, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta (teori terbaik dan absolute winner)
* Septian Gilang Permana P, SMAN 1 Yogyakarta (praktik terbaik)Bidang KebumianBIDANG KEBUMIAN SMA* Sarah Sausan, SMAN 3 Malang (teori terbaik dan absolute winner)* Fajar Februani Amanda, SMAN 1 Banjarnegara, Jawa Tengah (praktik terbaik) Peraih Medali Emas OSN 2009 Tingkat SMABidang Matematika1. Johan Gunardi, SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta2. Raymon Tanadi, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta 3. Sucipto Dwijayana S, SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta 4. Jennifer Santoso, SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta 5. Rahmad AZ Haris, SMAN Plus, Provinsi Riau Bidang Fisika1. Raditya Weda Bomantara, SMAN 1 Yogyakarta2. Ahmad Ataka Awwalur R, SMAN 3 Yogyakarta3. Theo Arianto, SMAK Penabur Gading Serpong, Banten4. Kevin Soedyatmiko, SMAN 12, Jakarta5. Kamal Habibi Bagar, SMAN 5 Surabaya Bidang Kimia1. Manoel Y Manuputty, SMAK Penabur Gading Serpong, Banten2. Kevin Timothy Idianto, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta3. Stephen Haniel Yuwono, SMAN 1 Purwokerto 4. Jefri, SMA Methodist 3, Medan5. Ansori Muchtar, SMAN 1 Metro, Lampung6. Alimatun Nashira, SMAN 1 Yogyakarta Bidang Informatika/Komputer 1. Daniel Rolandi, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta2. Edrick Rudy Putra, SMAK IPEKA Tomang, Jakarta3. Yosef Giovanni Tjandra, SMA Regina Pacis, Surakarta4. Lusia Kristiana, SMAK Penabur Gading Serpong, Banten5. Abdurrosyid B Handoyo, SMAN 3 Semarang Bidang Biologi1. Danang Crysnanto, SMAN 1 Wonogiri2. Irfan Haris, SMAN 1 Pringsewu, Lampung3. Harun Reza Sugito, SMAK 1 BPK Pemabur, Jakarta4. Rhama Patria Bharata, SMAN 1 Yogyakarta5. Annisa Dewi Utami, SMAN 78, Jakarta Bidang Astronomi1. Adicitra Sima, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta2. Veena Salim, SMA Methodist 3, Medan3. Hans Triar Sutanto, SMAK Petra 2, Surabaya4. Septian Gilang Permana P, SMAN 1 Yogyakarta5. Hendry Pramudipta S, SMA Taruna Nusantara, Jawa TengahBidang Ekonomi1. Devina Anindita, SMAN 68, Jakarta2. Rahmatdi, SMAN 1 Yogyakarta3. Agnie Oktavianto, SMAN 39, Jakarta4. Irfany Ulfah Tri Phalita, SMAN 3, Semarang5. Dimas Yusuf, SMA Islam Al Azhar 1, Jakarta Bidang Kebumian 1. Sarah Sausan, SMAN 3, Malang2. Fajar Febiani Amanda, SMAN 1, Banjarnegara3. Darmadi, SMAN 8, Yogyakarta4. Fraga Luzmi Fahmi, SMAN Model Terpadu Madani, Sulteng5. Ardy Ramadhan, SMAN 48, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar